Harga Sebuah Penghargaan

Hawa-hawa Bandung menyelinap indah di permukaan teh hangat beraroma melati dalam sebuah cangkir. Sedikit cara mengusir kepenatan akibat aktivitas yang kadang agak kurang sopan dengan waktu. Rekaman otak saya menyuguhkan gambar sebuah factory outlet. Factory outlet ini sebenarnya sama dengan factory outlet lain, cuma yang bikin saya sangat suka adalah cara mereka memberi nama dan cara mereka memberi tagline. Nama FO ini “The Secret” dan tagline-nya “Everybody Has It”.

Rahasia adalah hal yang kita sembunyikan. Hal yang orang lain tidak boleh tahu. Hal yang biasanya paling amat sangat berharga dalam diri seseorang. Cuma, rahasia itu punya dua sisi yang unik. Kita kadang merahasiakan sebuah keburukan, kadang merahasiakan sebuah kebaikan. Keburukan yang kita rahasiakan kadang sebenarnya adalah sebuah kebaikan dan begitu sebaliknya. Namun yang perlu digarisbawahi adalah, rahasia itu selalu datang dari sisi yang paling dalam sehingga sangat berharga.

Orang pun memiliki alasan yang bermacam-macam dalam menyimpan sebuah rahasia. Sebuah hal yang sebelumnya tidak pernah dirahasiakan kemudian harus disembunyikan karena hal itu menjadi olok-olok. Sebuah hal yang dirahasiakan kemudian harus keluar dari persembunyiannya karena hal itu adalah sebuah kebaikan. 

Karena rahasia itu berasal dari sisi terdalam dari manusia dan karena manusia itu butuh dimengerti, maka manusia akan selalu mencari tempat untuk mengungkapkan rahasia. Beberapa orang yang beruntung dapat mengungkapkan rahasianya kepada orang lain yang dipercaya. Namun  saat orang yang dipercaya kemudian tidak bisa lagi dipercaya, maka manusia butuh media baru untuk mengungkapkannya. Salah satunya lewat tulisan.

Apa yang dilakukan Kugy dalam Perahu Kertas adalah sebuah cara mengungkapkan rahasia lewat tulisan.  Mungkin karena tidak ada lagi orang yang mau mendengarkan, maka dia akhirnya memilih Neptunus untuk mendengar rahasianya. Rahasia ditulis dalam sebuah surat kemudian dibentuk perahu lalu dihanyutkan disungai. Dengan tujuan agar sampai ke laut yang artinya sampai ke Neptunus sang penguasa laut.

Nah, coba imajinasikan. Jika Perahu Kertas yang Kugy buat selalu dihanyutkan dalam sungai yang sama. Kemudian secara kebetulan beberapa meter atau puluhan kilometer dari tempat perahu itu dihanyutkan, ada seorang yang menemukan perahu kertas itu. Orang itu lalu membacanya dan merasa tertarik dengan isinya karena memiliki kesamaan kisah atau hal lainnya. Orang itu lalu memurusakan untuk menyimpannya. Dan hal itu terjadi berulang kali setiap Kugy menghanyutkan perahu kertasnya. 

Suatu hari orang yang menyimpan perahu kertas Kugy memotretnya, lalu dicetak dalam ukuran besar, diberi ilustrasi lalu dipamerkan kepada publik dalam sebuah eksebisi bertajuk “Surat-surat Perahu Kertas”. Saat pameran itu berlangsung, secara kebetulan Kugy datang. Dari situ Kugy tahu bahwa ada seseorang yang menyimpan segala rahasianya. Kugy tahu ada orang yang membantu menyadarkan bahwa rahasianya adalah sebuah hal baik dan menarik. Kugy juga mengerti ada orang yang menghargai apa yang dia rahasiakan. Alhasil ada cerita baru dalam cerita perahu kertas.

Inilah harga dari sebuah penghargaan, tercipta sebuah cerita. Sebuah cerita yang bisa menghibur dan menginspirasi orang lain. Dan malam ini saya punya cerita baru lagi sebagai pengembangan cerita Perahu Kertas. Judulnya “Jaka Tarub dan Perahu Kertas”. Kalo Jaka Tarub di cerita aslinya maling selendang, kalo di cerita ini, Jaka Tarubnya maling perahu kertas.

Awas ketahuan Indo**ar. Nanti dibikin sinetron dubbing lagi. Hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s