Bulir Berwajah Aku #eveningteaseries

Aku ikut bersama hujan sehabis maghrib tadi, mencoba menemuimu.

Bersama hujan kulihat wajahmu mematung di jendela apartemen.

Ku tabrak kaca jendela. Kau terkaget! Melihat wajahku dengan berbagai ekspresi masuk ke dalam bulir-bulir air hujan yang menempel.

Niat hati ingin membasahimu dengan wajahku lewat hujan malam ini, tapi jendela tak jua terbuka. 

Entah. Mungkin daun jendela itu permanen, atau susah dibuka, atau terkunci, entah oleh mu atau Tuhan. Daun jendela itu tidak pernah terbuka.

Bersama bulir hujan aku meninggalkan kaca jendela terus melesat ke bawah. Menyatu bersama air hujan lainnya. Sebagian jatuh di tanah sebagian jatuh di selokan.

Bersama bulir hujan aku menyusuri selokan, sungai, lalu ke laut. Menguap lalu kembali turun mencoba bertamu ke kaca itu lagi. Dan jendela masih tidak terbuka.

Aku berharap semua bulir berwajah aku jatuh ke tanah dekat apartemenmu. Membuat tanaman yang ada di atasnya tumbuh daun. menyerap CO2, melepas O2 yang akan kau hirup untuk selalu hidup.

*waktu nulis ngerasa aneh. Aneh sama judulnya kayak iklan minuman dengan bulir jeruk asli. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s