Pergi ke Toko Buku, Beburu Makan Malam dan Ngobrol

Seringkali kita bertemu kondisi klimaks dalam rangkaian perjalanan hidup. Yakni saat seluruh potensi diri dikeluarkan demi mencapai sebuah tujuan. Kadang malah potensi yang dikeluarkan jauh diluar batas normal manusia, seperti begadang dua hari dua malam untuk mengerjakan tugas kuliah, dan aktivitas-aktivitas lain sebangsanya. Salah satunya dalah aktivitas jalan-jalan.

Jalan-jalan sangat menguras tenaga, apalagi buat orang-orang penyuka jalan-jalan gembel. Jalan-jalan model ini memiliki sebuah target destinasi yang jauh, ditempuh dengan budget seadanya, namun tetap bisa kembali lagi dengan selamat di rumah. Hal ini sangat menguras tenaga dan pikiran karena kita terbentur oleh pengetahuan yang minim plus finansial yang terbatas. Namun, jika misi jalan-jalan sudah dijalankan kepuasan batin itu tidak bisa dibeli.

Ada hal-hal yang biasanya menjadi ritual sehabis menjalankan misi jalan-jalan. Setelah tubuh remuk redam, balas dendam tidur adalah ritual wajib. Sekian hari tidak merasakan tidur secara layak saat jalan-jalan, kasur empuk di kamar adalah hal yang paling diidamkan.

Setelah bangun di sore hari selepas ritual balas dendam tidur dijalankan, biasanya suntuk yang begitu hebat akan segera menyerang karena dalam perjalanan terbiasa dengan banyak teman untuk mengobrol. Jika hal ini telah menyerang, yang ingin kita lakukan itu cuma satu, Bercerita.

Ritual bercerita ini sangat menyenangkan, apalagi dilakukan bersama kru yang ikut dalam perjalanan. Sekadar bernostalgia dengan kejadian-kejadian kocak di sepanjang perjalanan. Ya, dikejer-kejer calo, kena tipu tukang durian, bayar angkutan kemahalan, makan indomie langusng dari bungkusnya dan banyak lagi cerita yang akan terekam lama di memori para pejalan-jalan gembel.

Sore ini dengan kondisis badan remuk redam, saya ingat saat di Jogja. Setelah berjalan-jalan dengan teman, dan beres balas dendam tidur kemudian suntuk, biasanya selepas Magrib saya segera bergegas ke toko buku. Tidak membeli, hanya sekedar melihat-lihat dan baca sekelebat saja. Tujuannya adalah men-cahrge kembali spirit setelah jalan-jalan karena biasanya orang setelah jalan-jalan dihinggapi rasa malas luar biasa untuk menghadapi dunianya yang hiurk pikuk. Kalo dulu, kami harus kembali berkutat dengan kuliah, tugas, dan birokrasi kampus. Jadi dengan melihat-lihat buku saya berharap visi misi hidup segar kembali.

Setelah capek melihat-lihat, rasa lapar dengan cepat menyergap. Di gemerlap lampu-lampu kota Jogja, saya menyusuri jalan-jalannya. Mencari makanan mewah untuk balas dendam karena makan yang gak beres saat perjalanan. Biasanya yang diburu adalah Tongseng Kambing atau Tengkleng atau terkadang oseng-oseng o2. Menyantap manis pedas rasa Oseng-oseng di bawah lampu jalan yang kuning di terminal Concat beratap udara Jogja yang damai.

Lapar telah hilang tapi suntuk tetap bertahan. Aktivitas selanjutnya adalah ngopi di Kedai kopi, atau mencari Angkringan menikmati Jahe Susu untuk menghangatkan diri menjelang istirahat malam. Biasanya sebelum nongkrong, kru yang ikut dalam perjalanan ditelepon satu persatu untuk join. Dan biasanya lagi, mereka mengamini karena merasakan hal yang sama, suntuk dan ingin bercerita.

Biasanya kedai kopi a la mahasiswa di daerah Seturan menjadi sasaran untuk berbagi cerita dan pengalaman. Jika seperti ini biasanya personil bertambah karena mereka kadang membawa serta pacar-pacarnya untuk urut dengar pengalaman-pengalaman menarik saat perjalanan. Suasana jadi tembah seru setelah pesanan minuman hangat datang, Kopi, Hot Chocolate, Teh, bahkan Indomie Rebus. Lebih seru lagi saat kedai kopi itu memasang lagu yang menjadi soundtrack perjalanan. Seperti biasanya, dalam sebuah perjalanan ada saja lagu yang menjadi soundtrack.

Bicara sudah lelah dan malam hampir memasuki pagi, maka saat itulah waktu pulang datang. Kembali ke kostan masing-masing. Kunci pintu, pasang radio, tarik selimut lalu beristirahat ditemani musik-musik pengantar tidur yang dipasang oleh sebuah stasiun radio yang menyuguhkan program musik-musik larut malam bagi manusia-manusia insom.

Rindu sekali dengan teman-teman dan Jogja selepas Magrib.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s