Balada Keripik Pedas

Masih segar ingatan kita tentang kripik misterius bernama Maicih yang tenar dengan gaya marketing a la setan. Pemasaran kripik pedas ini nomaden, tidak bisa didapat di sembarang tempat melainkan harus mengetahui tempat di mana dia bergentayangan atau mangkal lewat twitter. Menurut saya sih ini merepotkan, tapi sebagai sebuah strategi marketing oke lah. Sebenarnya hal ini menunjukan bagaimana setan-setanan masih laku di jual di Indonesia. Tidak hanya film, keripik juga laku.

Sekarang Maicih sudah ada di mana-mana. Bahkan di Bandung, hampir di setiap jalan protokol ada yang jualan Maicih tanpa harus update info dari twitter. Mengapa? Hal ini tidak terlepas dari kompetitor. Gaya pemasaran misterius menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Kelebihannya unik, bikin orang penasaran sehingga tertarik untuk membeli. Kekurangannya adalah ngerepotin. Sebenarnya gaya marketing seperti ini masih diminati dan selalu berhasil di Indonesia. Sayangnya, usaha untuk mendapatkan produk dengan kualitas tidak berbanding. Sedangkan di lain tempat ada produk yang sama dengan kualitas lebih baik bisa dijangkau dengan cara yang mudah. Tidak perlu pake update twitter. Alhasil lebih banyak orang kecewa lalu berpindah ke produk lain. Inilah kemudian yang membuat Maicih kehilangan gigi.

Maicih dan bejibun merek lain akan segera tenggelam, saya yakin Anda sepakat sesuatu yang tenar dengan cepat akan cepat juga memudar. Filososi “setiap orang punya masa, dan setiap masa ada orangnya” tidak bias ditolak dalam hal ini. Keripik pedas dan bangsanya tidak akan bertahan jika tidak ada diferensiasi secara kualitas produk. Bayang-bayang MSG, sebagai pemicu kanker adalah fakta yang tak terbantahkan. Adakah keripik pedas enak yang tanpa MSG?

Para pemodal besar, katakanlah Garuda Food, sangat mungkin berekspansi bisnis ke keripik pedas. Dengan modal yang tidak terhitung dia bias saja melempar isu tentang keripik yang tak layak konsumsi karena proses produksi dan komposisi yang jauh di luar standard kesehatan manusia. Kalo sudah begini, maka perlahan matilah para keripik pedas dan lagi-lagi yang menang pemilik modal besar. Mungkin berita investigasi tentang pembuatan keripik pedas adalah pesanan dari pemodal besar.

Jadi, ada baiknya para produsen keripik memikirkan diferensiasi produknya dari produk tetangga. Bukan lagi masalah rasa, tapi masalah keamanan produk. Kalau memikirkan masalah rasa sih gampang saja, kasih MSG banyak juga gurih. Namun, masalah kemanan setidaknya dari komposisi wajib diperhitungkan. Sederhana saja, bias saja mengganti proses menggoreng keripik dari minyak  sayur yang katanya banyak kolesterol dengan minyak non-kolesterol. Hal-hal sederhana ini bepengaruh pada keputusan konsumen memilih produk sehingga konsumen memiliki alasan kuat mengapa memilih sebuah produk keripik pedas tertentu.

Ayo kawan, berpikir lebih agar tidak mati gaya dengan pemodal besar. Bagaimanapun ini adalah usaha mulia untuk menjadikan produk dalam negeri karya pengusaha muda menjadi raja di negerinya. Ciayo! Cemungudh kaka..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s