Bagaimana kalo janur kuning sudah akan melengkung?

Terlibat dalam sebuah percakapan via sms dengan seorang teman  galau, Toro.

“Tor, kemaren ketemu juga akhirnya sama si -tiit-” sms yang aku kirim.

“Cieee. Uda, Mar, langsung tikung aja..”  jawab si Toro.

“Wah, maen tikung aja. Nanjak dulu terus belok kiri baru nikung. Haha. Gak lah, dia kan uda ada yang punya.”

“Alaah. Selama janur belum melengkung, mah, hajar aja. Lagian dia belum tentu serius juga sama pacarnya”

Detik demi Detik. Hahaha. Saya terbahak dalam hati. Iya juga sih. Ada betulnya teman saya yang satu ini. Baiklah saya mulai strategi penikungan. Tapi sebelumnya saya harus pastikan bahwa hubungan mereka memang gak serius. Selain itu, saya juga melakukan kegiatan tambahan yang mendukung untuk mengatahui keseriusan hubungan mereka berdua, menyumpahinya.😀

Minggu demi Minggu. Strategi penikungan dan kepastian ttg seriusnya hubungan mereka tak kunjung membuahkan hasil yang manis. Setelah dipikir-pikir memang tidak mungkin hasilnya bisa maksimal karena setelah dievaluasi ternyata saya tidak melakukan apa-apa untuk mengetahui hal itu kecuali menyumpahi mereka.

Bulan demi Bulan. Saya lihat target. Saya lihat juga ada cincin mengelilingi jari target. Langsung pancing. 

“Bagus cincinnya”

“Iya ni, Alhamdulillah”

“Hah?! uda tunangan ya..?”

“Hehe. Alamdulillah, doain ya..”

“Selamat ya.. (ternyata kamu gak berhasil saya sumpahin)”

Waktu demi Waktu. Ingin rasanya tanya sama teman saya lagi. Kalo itu janur baru akan melengkung, kira-kira masih bisa ditikung gak ya??

Malam demi Malam. Kisah percintaan yang semakin bodoh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s