Memo untuk Tuhan dan untukmu setelah jum’at.

Tuhan, Engkau yang menentukan mana yang terbaik. Bahkan sekalipun kaya itu menurut hambaMu baik, namun jika menurutMu dia akan sombong dg kekayaannya, niscaya engkau akan membiarkan dia selamanya sederhana. Karena Engkau Maha Rahman dan Maha Mengetahui hambaMu.

Tuhan, segala yang Kau sudah tentukan di Lauhul Mahfudz adalah ghaib. Cuma Engkau yang tahu, apa, di mana, dan kapan rahasiaMu itu Engkau tunjukan pada hambaMu.

Tuhan, Engkau punya otoritas tertinggi terhadap masa depan hambaMu. HambaMu hanya bisa meminta yang terbaik tanpa bisa menentukan apa, siapa, di mana, dan kapan yang terbaik.

Tuhan, saat hambaMu meminta yang terbaik, hambaMu siap menerima apapun, siapapun, di manapun, dan kapanpun. Tapi jujur Tuhan, saat lidah ini berucap “aku pasrah dg apapun dan siapapun yang terbaik yang Engkau akan berikan”, sebenarnya hati kecilku berharap dia.

Mungkinkah, Tuhan? Aku berserah dg tutup kurung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s