…..

Tubuhnya basah dan gemetar kehujanan. Matanya menyala tertindas lampu jalanan yang begoyang ke sana- ke mari. Kepalanya bergerak ke ke ujung gang itu kemudian kembali lagi ke sini. Dia mencari sesuatu. Sesuatu yang buat dia bisa berteduh dari hujan. 

Setiap wajahnya berpaling dia selalu melirih kecil. Kebingungan. Kemana dia harus melangkah mencari perlindungan. Hanya diam. Tubuhnya basah dan gemetar kehujanan. Kali ini matanya berkaca-kaca menatap ku dalam-dalam.

…..

…..

…..

…..

…..

Kemudian dia merunduk. Tahu percuma saja menatap, tak ada bantuan. “ngeoong” bisiknya lirih.

Aku juga ikut merunduk. Sadar rindu ini mulai tak bertuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s