tetap butuh kakak.

Dewasa memang tidak bisa dinilai dari tingkat usia. Kedewasaan konon katanya bisa meningkat tergantung seberapa banyak pengalaman yang sudah di dapat. Tapi menurut saya, tidak cukup hanya pengalaman. Butuh belajar. Percuma punya pengalaman banyak tapi tidak belajar darinya. Jadi, dewasa ditentukan oleh pengalaman dan pembelajaran dari pengalaman itu. Kalo begitu lebih baik sedikit pengalaman tapi banyak belajar.

Pernah kan, mengalami sebuah pengalaman namun banyak banget hikmah yang diambil. Misal, iseng-iseng take over kerjaan pak ogah di tempat memutar. Setelah seharian bantu-bantu pak ogah, kita terus mikir dan mengambil hikmah. ternyata jadi pak ogah gak enak. Kepanasan, lapar, kulit item, dll. Belum lagi dumelan penrndara  kendaraan yang merasa pak ogah adalah gangguan. dan bla… bla.. bla… Walhasil, banyak deh hikmah yang diambil. Nah, dalam bahsa saya ini namanya sedikit pengalaman banyak belajar. tentu yang lebih bagus yang banyak pengalaman dan banyak belajar.

Mengambil pelajaran dari pengalaman butuh waktu dan tenaga. Orang-orang super sibuk, jarang bisa melakukan ini karena isi otaknya telah habis dipakai untuk memikirkan hal-hal lain yang menurut dia lebih berarti. Makanya gak heran kadang anak kecil bisa lebih dewasa diabanding orang tua. Mengapa? ya karena anak kecil punya banyak waktu untuk belajar. 

Hal ini berlaku antara kakak dan adik. Tidak heran kadang seorang adik lebih dewasa dibanding kakaknya. Kenapa? jawabannya sama. Kakak yang lebih tua sibuk memikirkan dirinya menjadi manusia yang baik karena dia harus memberi contoh pada adiknya kelak. Dilalahnya, sampai saat ini contoh kakak yang baik adalah kakak yang berhasil dalam kuliah dan pekerjaan. Belum lagi si kakak juga menanggung beban orang tua sebagai anak tua yang otomatis menjadi kepercayaan orang tua.

Bagaimanapun dewasanya adik. Mereka tetap butuh kakak. Bukan untuk ditiru kedewasaannya, tapi menjadi payung untuk adiknya. Kakak akan melindungi adik dengan kekurang dewasaanya. 

Satu contoh. Seorang adik yang lebih dewasa dari kakaknya akan membuka sebuah usaha. Secara itung-itungan si adik sudah benar. Tanpa bilang dengan si kakak juga usahanya bisa dikatakan bisa berhasil. Tapi apa yang dilakukan sang adik? dia minta pendapat kakaknya yang kurang dewasa. 

Sebenarnya, kakak adalah tameng terakhir untuk adik-adiknya. Saat si adik dalam kedaan gundah gulana, kebingungan, takut dan ragu-ragu di sinilah peran si kakak yang kurang dewasa bermain. Dia bertugas melindungi adiknya dalam keadaan yang paling minor. Dia bertugas untuk meyakinkan bahwa kedewasaan adiknya adalah benar. Jadi. Bagaiamanapun brengseknya si kakak, dan bagamainampun dewasanya si adik, kakak akan jadi perlindungan (dalam konteks human relations. bukan trasnedental) terkahir si adik.

Kenapa bisa begitu??

Takdir sodara-sodara…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s