decision without permission

pernah kan berada dalam sebuah situasi yang mengharuskan kita bersepakat dalam membuat sebuah keputusan. hal yang biasanya terjadi antar dua manusia yang saling memiliki keterkaitan secara darah dan perasaan.

terjadi keinginan yang tidak terwujud dan tidak adanya kerelaan dari pihak yang satu adalah penyebab utama seorang mengambil keputusan tanpa permisi terlebih dahulu, tanpa persetujuan dari salah satu pihak.

bingung? saya kasih contoh saja. saat kita memutuskan meninggalkan seseorang yang pernah berarti dalam hidup kita. saat kita memutuskan kuliah tanpa restu dari orang tua. itu adalah keputusan tanpa permisi.

kadang salah dan kadang benar. tapi, keputusan harus selalu dibuat agar kita melangkah. agar kita tahu apa yang ada di depan. tidak perlu permisi, tidak perlu persetujuan. menungu persutujuan dan permisi hanya kan membuat kita semakin bingung.

kadang memang harus seperti itu. kadang memang terlihat banci. pergi tanpa permisi. tapi buat apa permisi jika akan menghentikan langkah.

memang mudah berlogika, tapi ingat satu zat dalam diri yang bernama perasaan. zat yang membuat seorang menyanyangi, membenci dan bingung.

kita tahu kita akan melangkah dan kita juga tahu langkah kita bertolak belakang dengan perasaan. langkah kita menyiksa perasaan. perasaan adalah faktor terberat dalam mengambil keputusan.

sekarang pilih maju ke depan, yang entah baik atau buruk, lalu mengorbankan perasaan. atau tetap jaga perasaan itu dan lupakan langkah kedepan, yang tidak tahu baik atau buruk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s