Usama dan Plurlisme

Setelah Usama meninggal, apalagi alasan untuk menginvasi Afganistan? Jika benar-benar plural dan liberal, biarkan mereka hidup dengan cara mereka.

Pro dan kontra dalam sebuah negara adalah hal yang biasa. Seperti kita yang pro dan kontra dengan semua tindakan SBY. Tapi, sebuah negara yang  mengaku adi daya bisa semena-mena menginvasi sebuah negara hanya dengan berlandaskan kekontra-an sekelompok masyarakat terhadap pemerintahnya? Jika iya, berarti Indonesia pun bisa menjadi sasaran gempur jet-jet negara adi kuasa itu hanya dengan alasan (sebagian) rakyat Indonesia sudah apatis dan skeptis terhadap pemerintah yang tidak mau turun tahta. Cuma dilatarbelakangi hasil riset, poling dan temuan-temuan lain yang diblow-up ke media negara tersebut bak memiliki tiket untuk menginvasi semua negara.

Saat Irak diinvasi, alasannya hanya karena Saddam Hussein dianggap diktator yang tidak sama sekali demokrtis. Ditambah lagi dengan suku-suku kurdi yang merasa tidak diberi keadilan oleh sang presiden. Berdasarkan hal ini, Saddam Hussein kemudian darahnya menjadi halal. Pertanyaannya, apakah betul demokrasi yang demokrasi cocok dengan budaya dan gaya hidup orang irak? Apa suku Kurdi yang merasa tidak diberi keadilan adalah mutlak dari kesalahan pemerintah Irak, bukan dari kesalahan mereka? Bisa saja memang suku Kurdi yang tidak diebri keadilan karena kesalahan mereka sendiri, seperti selalu memabangkan atau bahkan ego kesukuan. Pertanyaan yang paling dramatis, apakah rakyat Irak dan Afganisthan setuju, menginginkan dan nyaman dengan sebuag INVASI?

Tidak sulit menjawab pertanyaan di atas. Tanya apda diri kita, apakah kita, Rakyat Indonesia yang kebanyakan sudah skeptis dan apatis dengan pemerintah mengiIZINkan, menghendaki, dan menginginkan negara kita diinvasi hanya demi menurunkan pemerintah yang berkuasa?

Jika kalian benar-benar pluralis dan liberlis, biarkan kami dan mereka hidup dengan caranya sendiri. Kami punya sebuah tata bernegara yang ajeg dari dahulu. Nenek moyang kami telah memberikan contoh dan tata cara bernegara yang baik. Tidak perlu ada pecokokan sebuah paham tertentu. Demokrasi dan perubahan-perubahan lain yang ditawarkan hanya membuat kami menjadi semakin tidak karuan hidupnya.

Jika kalian benar-benar pluralis dan liberal, biarkan kami dan mereka mengembangkan cara hidupnya sendiri. Toh, pro dan kontra dalam sebuah organisasi adalah biasa, terlebih negara. Yang penting adalah hasil.

Pesan buat mereka: Invasilah negara-negara yang jelas lapar akibat pemerintahnya, seperti Somalia dan negara-negara di Afrika sana. Jika memang niat kalian adalah ingin memperjuangkan HAM dan membebaskan umat manusia dari ketidakdilan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s