mbingung

sudah dua tulisan yang berhasil ku tulis (berhasil versi saya lho). namun gak ada satu pun yang berani saya publis. semua itu karena perasaan dan pikiran saya sedang berdebat. yang satu minta teman, yang satu minta saya melihat kenyataan.

Saya tidak suka sebenarnya dengan keadaan ini karena buat saya harus memilih. walaupun saya lebih memilih pikiran, tapi persaaan ini selalu memegangi betis. seperti suster ngesot, dia mengikuti kemana aku pergi sambil berharap.

“dulu aku pernah begini, tapi lalu mengalah lagi dengan pikiran yang selalu melihat situasi dan kondisi. sekalinya aku dipakai hanya untuk bagian yang tidak menyenangkan, mengharapkan kebodohan. jadi tolong pakai aku, karena ini tentang kebahagiaan, ini tentang mengharap dan memberimu kenyamanan”

entah harus berbuat apa. pesanku terhadap kau perasaan: aku akan pakai engkau jika kebahagiaan yang kau miliki sekarang juga dimiliki oleh dia, calon kenyamananku.

Tapi kau harus beri pernyataan bahwa ini bukan tentang masa lalu melainkan masa baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s