sebotol pasir

berwarna gelap dan berbau seperti apel.
aroma pantai tidak sepenuhnya hilang,hanya berbaur lembut.
pantai yg hangat dan apel yg manis.
tiap butirnya membawa kenangan kembali.
satu butir pasir untuk satu kenangan,dan dalam botol itu ada ribuan,mungkin jutaan,mungkin milyaran pasir.
ternyata pantai itu membawa terlalu banyak kenangan untuk hari ini.

…kami,memasukkan butir-butir lembut itu sedikit demi sedikit.
ya,kami,bukan aku,bukan dia,tapi kami,tapi kita.
satu genggam pasir jatuh ke dalam botol bersama celoteh riang yg keluar dari bibir manisnya.
satu genggam berikutnya jatuh bersama suara tawa.
selanjutnya bersama janji,selanjutnya harapan,selanjutnya kecupan,dan botol itupun penuh…

pagi ini botol itu kutemukan berdiri sedih di sudut kamar ungu kecilku.
tak lagi berani ku buka tutupnya,bahkan hanya untuk merasakan aroma pantai apel yg manis.
aku takut,aku takut kenangan-kenangan yg ada dalam botol itu menguap ketika tutupnya aku buka.
sudah terlalu banyak kehilangan,tidak usah ditambah lagi.
biarlah butir-butir pasir pantai apel itu menjadi teman di hari selanjutnya,di malam selanjutnya,di mendung selanjutnya,di hujan selanjutnya,di hidupku selanjutnya.
biar botol itu tetap ada di tempatnya sekarang.
jangan dipindah,jangan pernah.

ibu,ibu…botol itu jangan pernah dipindah ya bu…jangan pernah ya bu…jangan pernah,jangan pernah,jangan pernah.

maaf Tuhan,kalau malam ini aku kembali meminta diberikan pasir itu lagi.

writen by Pradika Widianty (with little editing from blog owner)

http://www.facebook.com/notes/pradika-widianty/sebotol-pasir/482243017978

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s