Ibu Kenapa?

Melihat ibu tidur di sofa ruang keluarga sembari membaca katalog belanja sebuah supermarket edisi Oktober 2010. Dia tidak sendiri ternyata, ada tv yang menyala yang seia melihat aktivitasnya. Entah berapa kali dia sudah membacanya. Mungkin dia hapal barang apa dan berapa harga yang tertera di dalamnya. Mungkin semakin tua seseorang semakin kekana-kanakan. Katalog yang penuh gambar dan warna menjadi obat mujarab pengusir bosannya.  

Kebosanan memang selalu terlihat di raut wajah orientalnya, setelah mate-nya pergi mencari kebahagiaan hakiki di sana. Bosan karena rasa rindunya tak pernah terpenuhi walau lewat mimpi.

Anak-anak pun idak bisa membuyarkan rasa bosannya. Kecuali kami bermimpi tentang Kapten kami. Kemudian kami ceritakan apa yang yang kapten ceritakan di dalam mimpi.

Kemarin sang kakak tertua bermimpi tentang Kapten. Di sebuah tempat makan ayam kampung di Jogja. Saat akan membayar ke kasir tiba-tiba  Kapten kami datang dan menanyakan kabar sembari melebarkan tangan tanda meminta pelukan. Saat dalam pelukan Kapten kami bertanya kabar istrinya. Setelah mengetehui istrinya baik-baik saja, tiba-tiba seorang suster datang menghampiri lalu membawa Kapten kami pergi.

Sang kaka tertua mencoba menganalisi mimpi didepan saya dan ibu. Dia bilang “mungkin Abah kangen sama Mami..”

Raut muka ibu pun berubah ceria. Manis sekali seperti orang jatuh cinta saat pasangannya mengatakan “I miss U”. Melayang, hidung mulai memerah, angin sepoi-sepoi berhembus pelan di sela-sela rambut. Ah.. indah benar kata-kata itu.

Tapi pagi ini mungkin bu kecewa karen Kapten masih saja misterius sampai sekarang. Tak ingin menghampiri ibu langsung. Dan kami anak-anaknya tidak mengobati kecewanya itu, kecuali kami bermimpi lagi.

Yang menjadi pertanyaan Kami apa itu nyaman? Membuat kami lima power rangers tidak bisa melakukan apapun untuk mengalihkan rasa nyamannya dari Sang Kapten. Tempatnya bercerita, berkesluh kesah, berdansa, bercanda, bermanja, dan ber-ber lainnya. Maaf jika kami idak bisa menggantikan sang Kapten karena kami belum mengetahui apa itu nyaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s