menjadi “yes man”

memilah mana yang berguna atau tidak kadang menghabiskan waktu untuk berpikir. hidup managemently. berasa orang paling penting yang tidak punya banyak waktu memikirkan hal sepele tapi punya banyak waktu memikirkan hal, yang menurutnya,  tidak sepele. padahal hanya berpikir, tidak melakukan hal, yang menurutnya, tidak sepele. alhasil apa yang dilakukan hanya membuang waktu. intinya, apa yang dia pikirkan benar-benar sepele ketimbang melakukan hal sepele.

kadang lupa ada manfaat yang tidak terlihat, tapi terasakan. itu yang disebut intangible benefit. seperti angin, tidak terlihat tapi terasakan.

untuk mendapatkan intangible benefit, jadilah “yes man”. ikuti dan lakukan apapun yang menyenangkan. hidup lah unmanagemently. bermanfaat atau tidak lakukan saja. karena mungkin apa yang menurut kita tidak bermanfaat, ternyata bermanfaat di lain waktu. apa yang menurut kita bermanfaat, ternyata menghilangkan sisi menyenangkan dan membuat kita meloncati tapak-tapak kehidupan yang berujung pada telat. telat muda dan terlampau cepat seperti dewasa.

jika anda konservatif, silakan tidak setuju. tapi perlu ditebalkan, dimiringkan dan digarisbawahi bahwa mengetahui apa yang kita lakukan itu tidak bermanfaat adalah sebuah manfaat dan pengalaman juga adalah manfaat yang bisa digunakan sebagai senjata berinteraksi sosial.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s