I may not have a lot to give but what I got I’ll give to you

Manusia hidup mesti memiliki tujuan. Namun terkadang orang salah menafsirkan tujuan hidup. Banyak orang memiliki tujuan hidupnya menjadi banyak uang/ kaya. Padahal menurut pakar perbankan Elvyn G Massyasya yang bukunya belum juga selesai dibaca,banyak uang/kaya adalah tool untuk mencapai tujuan hidup. Jadi untuk mencapai tujuan hidup ini kita butuh uang dan banyak hal lagi yang dapat dilakukan dengan uang. Namun uang bukan segala-galanya karen dia tak kenal perasaan.

Hal yang menyenangkan yang bisa dilakukan dengan uang adalah dapat memberi. Banyak cara memberikan orang lain rasa senang dengan uang. Bisa ngajak jalan-jalan, beliin baju, beliin makanan, beli maenan, dan beli-beli yang lain.  Memang uang kita berkurang, tapi sebenarnya bukan berkurang melainkan sebuah konsekuensi karena ada timbal balik dari si orang yang diberi. Bukan timbal balik berupa materi, tapi timbal balik berbentuk senyum yang berkembang yang membuat hati ikut senang. Tapi bagaimana buat orang yang belum bisa menghasilkan uang. Apa yang bisa diberi?

Saya pernah mengalami. Saat ini saya bukan lah seorang berpenghasilan alias belum kerja. Bukan tidak lho, tapi belum. Saya masih harus mengumpulkan tenaga dan kemampuan agar bisa bekerja dan menerima penghasilan. Tapi saya juga ingin memberikan sesuatu yang bisa membuat orang senang. Saya sadar saya tidak punya materi, tapi saya punya waktu, pikiran dan tenaga. Keduanya saya berikan untuk orang-orang yang terkasih yang saya tidak ingin melihatnya bersedih.

Saya punya waktu, maka saya akan senantiasa memberi perhatian dan berusaha ada kapan pun dibutuhkan.

Saya punya tenaga, maka saya akan bantu apapun yang dapat saya bantu walau sebatas bikin tugas. Tenaga ini juga senantiasa digunakan untuk mengingatkan, walau hanya sekadar mengingatkan berdoa sebelum tidur.

Saya punya pikiran yang senantiasa khawatir tentang keadaan dan menjadi suntuk saat dia melakukan kebodohan.

Intinya apa yang saya punya saya akan berikan namun karena saya baru punya waktu, tenaga dan pikiran maka itu lah yang saya berikan. Seandainya saya punya uang/materi maka itu pun akan diberikan. Sayangnya saya tidak memiliki itu. Terkadang memang ada rejeki tambahan, maka saya menyisihkan rejeki itu untuk diberikan walau hanya sekadar kalung kayu.

Inilah keadaannya. Jika suatu saat saya memiliki cukup penghasilan maka hal yang saya dapat bagikan bertambah satu, materi. Orang itu hanya tinggal bersabar dan memberi dukungan. Sedang kita harus berusaha dan bersabar. Sekarang saya tidak bisa banyak berbagi tapi saya akan  berbagi dengan apa yang saya miliki sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s