hidup tanpa seni

Pernah kah berpikir tentang apa itu seni.  Seni adalah “kurang kerjaan”. Itu lah menurut saya definisi terbaik tentang seni.

Hidup ini tidak lebih dari sekedar rentetan kata “reply”. Karena hidup memang itu-itu saja tidak lebih dari dua hal, kiri-kanan, atas-bawah, matahari-bulan, kemarin-besok, sekarang-nanti, sedih-bahagia, dll. Cuma dua hal saja. Selalu itu-itu saja yang manusia alami dalam hidup. Tidak salah memang, karena toh manusia tetap bisa hidup dengan keadaan yang seperti itu. Keadaan yang itu-itu saja. Tapi pernahkah berpikir untuk menambahkan kata “edit” dalam rentetan kata-kata “replay”. Edit adalah menambah atau mengurangi sesuatu dalam sebuah objek. Edit ini berguna agar kita menjalani sebuah hidup yang berbeda, hidup yang tidak itu-itu saja. Konsekuensi dari edit adalah kurang kerjaan. Menambah atau mengurangi hal yang sudah ajeg! Karena sebenarnya menjalani hidup dengan rentetan kata “reply” toh tetap hidup.

Konsekuensi hidup dalam rentetan kata reply  adalah kejelasan, hitam-putih, dan bosan karena tahu apa yang akan dihadapi dalam hidupnya. Konsekuensi hidup dalam rentetan kata replay dan edit adalah kurang kerjaan, berwarna dan menarik.

Apa jadinya jika hidup tanpa kata edit, pastinya gak akan ada celana cutbray dan celana pecil, tidak ada lukisan monalisa dengan tubuh miring, tidak ada musik jazz, tidak ada sepeda, dll. seperti celana cutbray, cutbray adalah hasil karya seni. Pencipta celana cutbray ini kurang kerjaan memodifikasi celana yang sduah ada dengan melebarkan bagian bawahnya dan mempersempit bagian atasnya. Padahal pakai celana yang dengan model sederhana juga bisa dan tetap dapat menutupi bagian kaki sampai pinggangnya.Lukisan Monalisa dengan tubuh yang miring ini juga bagian dari kurang kerjaan. Memang apa salahnya kalau Monalisa dilukis dengan tubuh yang tidak miring toh dia tetap Monalisa. Namun miringnya tubuh Monalisa ini membuat lukisannya menjadi lebih menarik. Coba bayangkan lukisan Monalisa yang tegap. Gak ada asik-asiknya.

Hidup juga harus kurang kerjaan agar punya seni. Mengarungi aktifitas hidup sehari-hari tidak bedanya dengan berjalan di jalan yang lurus. Maka cobalah sekali-kali kurang kerjaan,berbelok dari jalan lurus. Siapa tahu setelah belokan itu ada danau yang jernih airnya, kita bisa sekedar duduk menikmati alam lalu kembali lagi ke jalan lurus. Atau mungkin ada tempat prostitusi setelah belokan, tidak perlu singgah, cukup tahu saja. Karena sebuah pengetahuan, apapun itu bentuknya, dapat menjadikan kita lebih pintar. Karena orang pintar adalah orang yang pertama kali tahu dan atau memiliki pengethuan atau informasi  yang tidak semua orang tahu. Berbelok adalah kurang kerjaan, karena tanpa belok pun kita tetap hidup, tapi jika gak belok gak akan tahu, kalo gak belok tahunya Cuma itu-itu saja, kalo gak belok gak nyeni berarti hidupnya.

Inilah kenapa seni itu kurang kerjaan. Jadi kalo hidup gak kurang kerjaan berarti datar-datar saja, kalo datar-datar saja jadi tidak punya pengetahuan baru, kalo gak punya pengethuan baru jadi gak nyeni hidupnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s