ini tentang rasa

Hampir saja aku menyesal menjalani hidup dengan orang lain yang aku berikan begitu banyak rasa. Sampai-sampai aku lupa bahwa rasa itu berubah-ubah. Rasa ini adalah rasa yang tak pernah aku bagikan untuk orang lain, rasa yang lama aku pendam dan aku hanya akan berikan dengan satu orang, hanya satu orang sampai akhir hayat nanti. Aku hanya ingin membanggakan orang yang telah berani meberiku kasih sayang. Aku ingin dia mendapat rasa yang limitid edition, rasa yang tak pernah terbagi pada siapapun kecuali orang tua dan keluarga. Bukan rasa yang telah banyak terbagi untuk orang lain. Aku hanya ingin hidup tenang dengan orang yang aku kasihi. Aku ingin saatnya nanti tidak ada orang-orang di masa lalu yang akan mengganggu kehidupan ku yang mulai serius. Aku cuma ingin satu wanita saja dalam hidupku. Aku tak mau nanti akan ada lomba mebanding-bandingkan antara orang-orang yang telah memasuki kehidupan kita dulu. Aku tak ingin jika ajal menjemput salah satu, serta-merta orang yang terdhulu datang dan membuat kehidupan baru untuk salah satu dari kita. Ini tidak sejati namanya.

Kata seorang teman apa yang ada di benak kita pertama kali itu adalah hal yang paling murni dari diri kita. Hasil pemikiran kita yang pertama kali keluar itulah yang paling murni, dan aku percaya begitu pun dengan rasa. Rasa yang pertama kali kita berikan itulah rasa yang murni yang tidak terkontaminasi oleh apapun. Itu lah, rasa itu yang ingin aku pertahankan. Aku ingin hanya ada satu wanita dalam hidupku agar rasa yang keluar itu murni. Tanpa kontaminasi dari rasa-rasa yang dulu pernah singgah dan mampir dalam hidup kita karena ini sumber malapetaka. Sedang asyik-asyiknya menjalani hidup berumah tangga tiba-tiba datang kisah-kisah masa lalu, kisah-kisah ini kemudian diperbandingkan dengan kisah sekarang. Hasil perbandingan ini yang kemudian membuat rasa itu kembali berubah. Hancurlah sebuah bangunan yang telah dibangun dengan rasa yang palsu.

Apa rasanya jika orang yang kita kasihi sakit, tapi yang diingat bukan kita melainkan orang lain. Orang lain itu adalah orang yang pernah singgah di kehidupan kita yang begitu perhatinannya setiap kita sakit.Apa rasa pasangannya jika ia mengetahui isi hati kekasihnya yang sebenarnya. Kasihan bukan. Itulah sebabnya aku ingin satu orang saja. Walaupun harus mengarungi cobaan yang berat aku akan tetap bertahan. Bertahan untuk sebuah kemurnian rasa. Namun semua kembali pada ridho Tuhan.

Apa yang menurut kita baik mungkin tidak baik menurut Tuhan. Aku pun lupa bahwa rasa itu berubah. Rasa sangat dinamis dan aku baru saja mengelami kedinamisan itu. Jangan terlalu membenci orang bisa jadi kita nanti akan sangat sayang, jangan juga sangat sayang orang bisa jadi kita akan sangan benci. Okelah mungkin saat ini aku sedang lelah memberi rasa kepada kamu dan sedang senang memberi rasa untuk orang lain tapi suatu saat aku yakin akan tersiksa karena lelah itu pasti akan sirna, bosan itu pasti akan pergi  saat itu aku sudah tidak bisa memberikan rasa lagi. Jika sudah begitu barulah sadar bahwa tidak ada yang  sempurna di dunia ini.

Entah kenapa rasa bisa hilang dan berganti, mungkin salah satunya karena sikap diri. Mungkin karena kebusukanku dia telah hilang rasa dan mendapatkan yang lebih baik. Apapun itu aku pun ingin seperti dia Komandan, pertemukan aku dengan orang yang baik yang mengerti aku dan bisa mengantarku jadi lebih baik agar aku bisa mendapatkan rasa itu walau tak semurni dulu. Dan kalo boleh request lagi, aku minta yang cantik Komandan J

Rasa itu berubah-ubah kawan..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s