ego[is]

Saya pun tak ngerti apa itu ego?  Sering kali kita mendefinisikan egois sebagai rasa ingin menang sendiri, tidak mau kalah dan tidak mau rugi. Saya bingung, entah mengapa orang bisa menjadi egois. Analisa sementara saya adalah tergantung hal apa dihadapi.  Kadang orang bisa begitu legowo, ada orang yang memang senang mendengarkan orang lain berbicara dan ada orang yang selalu mengalah tapi saya yakin untuk hal-hal tertentu dia pasti akan menjadi egois. Apapun bentuknya itu, egois membuat orang yang ada di depan kita tidak mendapatkan kenyamanan akhirnya mereka pergi. Namun, egois dapat menyelamatkan kita.

Akhirnya saya bermuara pada sebuah buku Psikologi Kpribadian. Menurut Galenus, manusia mempunyai 4 macam cairan, yaitu : 1) Chole, 2) melanchole, 3) phlegma, 4) sanguis. Masing-masing cairan ini memiliki karakter tersendiri. Chole, biasanya bersemangat hidup, berdaya juang, optimis dll. Melanchole, biasanya pesimis, daya juang kecil, mudah kecewa, muram, dll. Phlegma, kalem, setia dan tidak mudah dipengaruhi. Sanguis, hidup, dinamias, dan ramah. Nah, jika salah satu dari cairan ini melebihi proporsi yang seharusnya maka cairan ini menjadi diominan dan akan menimbulkan sifat kejiwaan yang khas. 

Sekarang kita anggap saja Galenus benar dan tidak salah. Maka siapakah yang berhak menentukan dominasi cairan tersebut?  Tuhan bukankah? Lalu jika ada orang egois dalam hal ini orang yang itdak mau mengalah dan selalu ingin didengar sebagai konsekuensi dari kepribadian sanguis siapakah yang harus disalahkan? Apa kita harus menyalahkan tuhan?

Saya adalah termasuk golongan dengan kepribadian sanguis dan melankolis. Namun kepribadian saya ini membawa dampak buruk. Saya haru kehilangan seseorang yang berbarti dalam hidup saya. Saya selalu ingin didengar, tidak mau kalah. Hal ini mengakibatkan seseorang itu merasakan ketidaknyamanan dan pergi.  Yang menjadi pertanyaan adalah, Tuhan menciptakan orang yang seperti saya begitu banyak. Apakah seseorang yang seperti saya akan bernasib sama. Selalu ditinggal orang yang ada di depannya.

Naif rasanya jika harus menyalahkan tuhan memang, tapi ini lah fakta.  Maafkan saya jika selama ini egois sangat besar. Saya akan belajar mendengar sejak sekarang agar suatu saat saya tidak lagi kehilangan dan berharap apa yang telah hilang dapat kembali lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s