Lanturan tapi Relevan (bukan resensi)

Tiga jam dihabiskan melahap buku Lanturan tapi Relevan maha karya Budiman Hakim, praktisi periklanan sekaligus pemilik agensi iklan MACS909 dan orang yang menurut salah satu dosen UNDIP Semarang  sebagai prang paling kreatif di Indonesia. Buku ini sebagai sebuah reaksi dari Budiman Hakim yang merasa banyak orang menganggap periklana n sebaga seusatu yang sulit, ribet, ngabisin pikiran dll. Dalam buku ini BH (Budiman Hakim) ingin menegaskan bahwa iklan bukan sesuatu yang sulit, hanya butuh kemauan dan kerja keras mencari ide yang kreatif, maka siaplah kita membuat sebuah ide.

Buku ini lahir atas pengalaman BH dengan mahasiswa periklanan yang kebanyakan setelah berhasil kerja atau pun magang di agensi periklanan berujar kayak gini “kok beda ya sama yang dipelajarin di kampus”. BH mencoba memberikan pelajaran iklan sesuai dengan fakta, kenyataan yang terjadi di kancah perikalanan nasional.

Hal yang menarik dari buku ini adalah saat Budiman mengajarkan kreatif. Budiman menjelaskan bahwa iklan dan hidup kita harus kreatif agar kita memiliki keunikan yang bisa dijual. Naasnya ide-ide kreatif datang tanpa ketuk pintu. Saat dugem, saat ngobrol, saat diskusi, saat kuliah, saat nonton tv, saat beol, bahkan saat maen catur ide datang deras bak air terjun niagara. Tapi coba saja cari ide. Sampe botak sariawan ide kadang gak pernah muncul. Iniliah jeleknya ide. Dalam buku ini BH menyarankan untuk menyimpan iklan-iklan yang kreatif dalam sebuah folder di komputer Anda. Iklan-iklan ini berguna sebagai stimulus mencari ide. Dengan cara sperti ini otak kita setidaknya punya kamus iklan kreatif yang suatu saat bisa dikeluarkan. Atau, cobalah tulis ide yang keluar dalam setiap keadaan. Namun hal ini mustahil dilakukan karena satu alasan, RIBET.

Bagaimana mencari ide yang kreatif. Budiman mencoba memeberikan rumus Lanturan tapi Relevan. Cobalah ngelantur, berfkir out of box, tidak biasa, unik, berbeda. Tapi dengan satu syarat, harus RELEVAN. Ngealntur adalah sunnah sedangkan relevan adalah wajib! Lanturan yang tidak relevan menghasilkan ngawur. Lanturan yang relevan menghasilkan kreatif. Bagaimana ngelantur tapi relevan? Inilah yang diajarkan Budiman:

Kalau ingin membuat lanturan, kita harus mengerti secara mendalam problem yang ada di hadapan kita. Pelajari/temukan/buatlah polanya, setelah itu barulah kita boleh keluar dari pola tadi. Semakin jelas polanya, makin jelas pula relevansi lanturannya. Pilih lanturan yang paling dramatis.

Nah, giaman hasil lanturan yang relevan, Budiman yang lahir di Cilacap ini memberikan contoh lanturan dan analogi:

BERAMALAH KAMU SEPERTI BERAK

Sehabis berak

Tentu kau merasa puas dan lega

Begitu rela…

Sehingga engkau tidak pernah berpikir

Apalagi mengharap apa yang telah dikeluarkan

Kembali ke dalam perutmu

Begitu pula seharusnya beramal

Ngelantur kan, tapi relevan kan?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s